Dilansir dari
Jakarta,FOOD.DETIK.COM- Remaja sering alami suasana hati yang tak menentu.
Terkadang naik dan tiba-tiba menurun. Menurut psikolog, dengan konsumsi
es krim suasana hati bisa diperbaiki.
Remaja merupakan fase dimana saatnya untuk mencari identitas diri. "Masa remaja itu adalah masa transisi. Ada transisi secara fisik, kemudian ada transisi secara peran sosial, dan ada juga transisi secara emosi," ungkap psikolog Ayoe Sutomo, saat peluncuran produk es krim (23/10)
Remaja merupakan fase dimana saatnya untuk mencari identitas diri. "Masa remaja itu adalah masa transisi. Ada transisi secara fisik, kemudian ada transisi secara peran sosial, dan ada juga transisi secara emosi," ungkap psikolog Ayoe Sutomo, saat peluncuran produk es krim (23/10)
Dalam
transisi tersebut, implementasi perilaku pada remaja yang berusia 12 - 18
dilakukan dengan eksplorasi guna mencari jati diri yang sesungguhnya. Tak
jarang, saat proses eksplorasi itu, mood remaja seringkali berubah-ubah dari
positif menjadi negatif.
Menurut Ayoe
Sutomo, suasana hati dapat berubah hanya karena hal sederhana. Hal itu juga
bisa membangkitkan suasana hati menjadi baik. Meningkatkan mood pada remaja
bisa dengan mencari kesenangan dalam diri sendiri, contohnya seperti makan
makanan manis.
"Beberapa
riset menunjukkan saat makan es krim, ada bagian di otak kita yang bertanggung
jawab pada emosi diri yang bekerja lebih aktif," imbuh Ayoe.
Dalam
peluncuran produk es krim, Ayoe juga menuturkan selain sensasi dingin dan
segar, tampilan es krim yang warna-warni juga berperan dalam meningkatkan
suasana hati, bahkan menjadi lebih senang saat suasana hati sudah baik.
Menurutnya,
indra pengecap sangat sensitif dengan rasa manis, ketika lidah mengecap rasa
manis, tubuh melepaskan stres dan menciptakan rasa senang. Itulah sebabnya
ketika memakan es krim, orang-orang selalu melakukannya dengan senyum yang
merekah di wajah mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar